Polwan Indonesia Jadi Andalan Pasukan Perdamaian PBB di Darfur

0
187

Sembilan srikandi Polwan Indonesia menjadi bagian dari misi perdamaian PBB di Darfur Afrika (UNAMID). Sembilan Polwan itu sukses menduduki posisi strategis di main head quarter (MHQ) UNAMID yang diperebutkan para polisi dari seluruh dunia.

Misi perdamaian di Darfur dibuat karena konflik pemerintah Sudan melawan beberapa kelompok pemberontak yang meyebabkan situasi politik dan ekonomi masyarakat Darfur termajinalkan oleh otoritas pemerintah di Khartoum.

Sembilan Polwan Indonesia yang berada di MHQ UNAMID itu adalah AKBP Yunik Dwi Astuti, Kompol Rusdiani, Iptu Wastini, Brigadir Fraya Sadewi, AKBP Dr. Imanta Tarigan, Bripka Aprina Pohan, Bripka Anastasia Helena Rompas, Bripka Ni Nyoman Trisna Oktaviani.

AKBP Yunik Dwi Astuti berhasil menempati posisi sebagai Monitoring Liaison Officer menangani semua IPO New Arrival yang berkaitan dengan Monthly Substantial Allowance (MSA) pertama mereka.

Selain itu Yunik juga menangani IPO dari seluruh dunia yang akan purna tugas dan akan kembali ke negara mereka.

Kompol Rusdiani, bertugas sebagai penyidik di Internal Investigation Unit (IIU). Penyidik IIU memerlukan keahlian dalam penyelidikan dan penyidikan mengingat beraneka kasus yang dihadapi, baik masalah pelecehan, cuti di luar ketentuan, pencurian dan lain sebagainya.

Kemudian ada Iptu Wastini yang bertugas menjadi training officer. Wastini menjadi satu-satunya Polwan Indonesia yang mengantongi sertifikat sebagai seorang tester UNSAAT.

Prestasi yang bersangkutan sangat membanggakan sebagai UNSAAT Tester, telah menguji para IPO di berbagai negara antara lain Tanzania, Malawi, Rwanda dan South Africa, serta tidak menutup kemungkinan masih akan menguji di negara lainnya.

Selain sebagai seorang UNSAAT Tester, IPTU Wastini juga sebagai seorang trainer yang handal di berbagai bidang dan telah berkeliling di berbagai Team Site dan Sector pada misi UNAMDI ini.

Kemudian Brigadir Fraya Sadewi bertugas menjadi protocol officer yang wajib memiliki keterampilan berdiplomasi dan keahlian protokol. Apalagi yang dihadapi merupakan pimpinan atau pejabat utama Perwakilan Pemerintah Sudan, para pejabat UNAMID, maupun delegasi yang berkunjung ke daerah misi UNAMID Darfur Sudan yang berkedudukan di El Fasher.

Selanjutnya AKBP Dr. Imanta Tarigan sebagai Welfare Officer di Sector South. Ada juga Bripka Aprina Pohan pada posisi Planning Officer Sector South, Bripka Anastasia Helena Rompas sebagai admin officer sector South dan Bripka Ni Nyoman Trisna Oktaviani Admin Officer Sector West keduanya adalah Admin Officer.

Para srikandi itu berhasil menjadi bagian dari 208 Indiviual Police Officer (IPO) wanita yang tergabung dalam misi UNAMID di kawasan Darfur, Sudan, Afrika Selatan yang berpenduduk mayoritas muslim. Di negeri yang memegang syariat Islam dan tertutup itulah sentuhan para srikandi ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here